Broker Asuransi

Juli 27, 2009

Apa yang dimaksud dengan Broker Asuransi?

Sumber : antara dan abai.or.id

Broker Asuransi adalah suatu badan hukum yang dibentuk dalam

broker asuransi

broker asuransi

rangka memenuhi kebutuhan masyarakat akan suatu badan yang dapat membantu mereka dalam membeli produk asuransi dan mendampingi pada saat terjadi klaim, dimana masyarakat tertanggung sangat awam dengan kondisi dan persyaratan polis asuransi dan disisi lain pihak Perusahaan Asuransi sangatlah paham.

Sehingga Pemerintah merasa perlu untuk membentuk Broker melalui peraturan yaitu Undang undang Asuransi No. 2 tahun 1992, dengan tujuan melindungi kepentingan masyarakat luas. Fungsi dan peranan Broker di belahan dunia lain sudah sangat berkembang dan hampir seluruh transaksi asuransi melalui Broker.

Broker Asuransi atau Pialang, dibentuk dalam badan Hukum dan harus memiliki ijin dari Departemen Keuangan dengan Persyaratan cukup ketat dan diatur secara jelas dalam UU No. 2 tahun 1992, Peraturan Pemerintah No. 73 tahun 1992 dan Keputusan Menteri Keuangan R.I. No. 226/KMK.0171993.

PERANAN BROKER ASURANSI

Tugas Broker Asuransi tidak selesai pada saat penutupan suatu kontrak Asuransi telah dilakukan antara Tertanggung dan Penanggung, tetapi Broker Asuransi akan terus menjalankan tugasnya selama kontrak Asuransi berjalan dan bahkan setelah kontrak Asuransi berakhir dalam hal timbul klaim yang belum selesai. Hal tersebut dapat terlihat dari tugas-tugas badan tersebut terhadap Tertanggung yang antara lain sebagai berikut:

1. Melakukan indentifikasi risiko dan usaha–usaha pengurangan, penghilangan dan penghindaraan risiko.

2. Membuat desain kontrak Asuransi yang paling cocok dan paling competitive sesuai dengan kebutuhan Tertanggung,

3. Pemilihan Penanggung yang aman.

4. Melakukan negosiasi tingkat premi Asuransi dengan Tertanggung.

5. Melakukan claim management service, administrasi program dan risk inspection selama polis berjalan

6. Melakukan negosiasi klaim atas nama tertanggung.

7. Penelitian dan administrasi Asuransi

8. Memberikan advice risk Management dan risk prevention (sebagai pilihan yang umumnya dengan mengenakan biaya)

Broker Asuransi tidak mengenakan biaya atas jasanya tetapi memperoleh pendapatan brokerage atau komisi dari Penanggung yang menerima risiko yang ditempatkannya.

KEUNTUNGAN PENGGUNAAN JASA BROKER ASURANSI

1. Tertanggung dapat menghemat waktu dan berkonsentrasi pada pengembangan usaha & kelanjutan kegiatan usaha, karena telah mendapat paket pelayanan dari Broker Asuransi secara cuma-cuma.

2. Tertanggung cukup memberikan informasi atas keterangan-keterangan yang diperlukan tanpa mengisi Application form, karena Placing Slip dipersiapkan oleh broker berdasarkan data yang diperoleh dari hasil survey.

3. Tertanggung dapat memperoleh pelayanan cuma-cuma (gratis) dalam hal sebagai seperti : analisa resiko, pencegahan kerugian, pembuatan proposal tentang program asuransi yg sesuai, pemeriksaan polis dan lain lain.

TUGAS DAN KEWAJIBAN SERTA HAK DAN WEWENANG BROKER ASURANSI

1. Tugas dan Kewajiban Broker Asuransi dan/atau Broker (pialang) Reasuransi.

1.1. Membuat program asuransi secara menyeluruh dan lengkap serta memberikan saran-saran baik yang diminta maupun tidak diminta oleh tertanggung yang diwakilinya berdasar surat penunjukan (letter of appointment).

1.2. Membuat laporan survey dan mencatat segala keterangan yang penting bagi Tertanggung dalam rangka penempatan risiko kepada pihak asuransi maupun reasuransi.

1.3. Selaku wakil tertanggung berdasarkan apa yang tersurat dan tersirat dalam Hukum Asuransi, broker asuransi / reasuransi wajib mengungkapkan segala data yang diperlukan yang lazimnya dituangkan dalam slip (Placing Slip dan atau Reinsurance Slip).

2. Hak Broker (pialang) Asuransi/Reasuransi.

2.1. Berhak menagih premi untuk kepentingan penanggung / reasuransi.

2.2. Berhak/berwenang memberikan saran-saran baik diminta atau tidak.

2.3. Berhak menuntut pihak ketiga untuk dan atas nama tertanggung berdasar surat penunjukan/kuasa

2.4. Berhak menyarankan penyelesaian ganti rugi yang ditolak dan sekaligus mendampingi pengacara tertanggung bila harus diselesaikan melalui pengadilan/saluran hukum.

2.5. Berwenang menyarankan penggunaan Loss atau Average Adjuster dalam hal terjadi klaim besar dan/atau General Average (awar umum).

2.6. Berdasarkan persetujuan pihak Penangung dari jumlah klaim yang disetujui, Broker Asuransi dapat melakukan pembayaran klaim terlebih dahulu kepada pihak Tertanggung

Lihat artikel hukum asuransi


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.